Halal Tourism Sumbar

Menu

Close

Masjid Aufu Bil Uqud

GCC7+W67 Jalaludin, Jalan Syekh Taher, Koto Katik, Kec. Padang Panjang Tim., Kota Padang Panjang, Sumatera Barat 27112

Bagian atas mimbar berukirkan rangkaian motif dedaunan berpadu dengan ayat suci Al Quran, berwarna hitam dan putih. Itulah satu-satunya ornamen lama yang masih dipertahankan sejak Masjid Aufu Bil Uqud didirikan 1 Juli 1929.

Konon, masjid yang terletak di Kelurahan Koto Katik, Kecamatan Padang Panjang Timur ini adalah masjid tertua kedua di Padang Panjang setelah Masjid Asasi di Kelurahan Sigando. Masjid bersejarah ini, diinisiasi tiga ulama, yaitu Syekh Muhammad Jamil Jaho, Imam Idris dan Muhammad Nurdin.

Arsitektur masjid sedikit mengadopsi gaya Timur Tengah dengan bangunan dua lantai, berkapasitas 600 orang. Berdiri dengan empat pilar. Isnaini menyebut, memiliki filosofi lantaran dibangun empat suku yaitu Suku Pisang, Sikumbang, Koto Baparuik dan Koto Baranam.

Nama Aufu Bil Uqud memiliki makna menepati janji. Ketiga ulama ini meminta dengan didirikannya masjid, masyarakat kampung hendaknya memakmurkan masjid. Inilah sebenarnya masjid tua masyarakat Kanagarian Lareh Nan Panjang. Sebelum berdirinya Masjid Aufu Bil Uqud tahun 1929, tempat itu menjadi sarana menimba ilmu agama yang dikembangkan Syekh Muhammad Jamil Jaho di tahun 1924. Setelah beliau menuntut ilmu di Mekkah kepada Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Syekh Muhammad Jamil Jaho kemudian pulang. Pada tahun 1924 beliau mengembangkan ajaran agama Islam di sini dengan sistem halaqah.

Bersama Imam Idris dan Muhammad Nurdin, Syekh Muhammad Jamil Jaho kemudian mendirikan masjid Aufu Bil Uqud.  Selama 7 tahun di Koto Katik, Syekh Muhammad Jamil Jaho menuju tanah kelahirannya di Jaho menetap dan mengajar di sana. Masjid Aufu Bil Uqud disebut Isnaini menjadi saksi sejarah deklarasi gerakan Muhammadiyah pertama di Kota Padang Panjang.

Hotel / Destinasi sekitar :