Halal Tourism Sumbar

Menu

Close

Masjid Raya Sumatera Barat

Jl. Khatib Sulaiman, Alai Parak Kopi, Kec. Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat 25173

Sejarah Masjid Raya Sumatera Barat

Masjid yang masyhur dengan nama Mahligai Minang adalah salah satu masjid terbesar di Indonesia.  Sejarah Masjid Raya Sumatera Barat ini dimulai dengan peletakan batu pertama pada 21 Desember 2007 oleh Gubernur Sumatera Barat saat itu, Gamawan Fauzi. Pengerjaannya terlaksana dalam beberapa tahap, akan tetapi sempat terkendala biaya karena hanya mengandalkan dana APBD Sumatera Barat. Secara umum, masjid ini sudah mulai terbuka sejak tahun 2012, hanya saja penggunaanya masih terbatas. Kala itu masjid ini hanya untuk pelaksanaan shalat jumat, shalat ied, dan tempat pertemuan keagamaan tingkat Provinsi Sumbar. Peresmian dan pembukaan masjid ini untuk umum terlaksana pada 7 Februari 2014. Meskipun begitu pembangunan masjid ini masih terus berjalan. Hingga pada akhirnya pembangunan masjid ini selesai pada Jumat, 4 Januari 2019.

Arsitektur Masjid

Arsitektur masjid ini merupakan hasil rancangan Rizal Muslimin. Beliau adalah pemenang sayembara desain Masjid Raya Sumatera Barat yang diikuti oleh 323 arsitek dari berbagai negara pada tahun 2007. Secara umum, arsitektur masjid ini mengikuti tipologi arsitektur Minangkabau dengan ciri bangunan berbentuk gonjong, hingga penggunaan ukiran Minang sekaligus kaligrafi pada dinding bagian luar.  Selain itu, arsitektur masjid ini juga menggambarkan kejadian peletakan batu Hajar Aswad dengan menggunakan kain yang dibawa oleh empat orang perwakilan suku di Kota Mekkah pada setiap sudutnya.

Kemegahan dan Keindahan

Masjid Raya Sumatera Barat memiliki bangunan yang sangat luas. Luas bangunannya bahkan mencapai 18.000 m2. Secara umum, bangunannya terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama sebagai tempat wudhu dan tempat tambahan jika pada lantai utama para jemaah sudah penuh. Kemudian lantai dua adalah ruang utama dalam masjid sebagai tempat utama shalat berjamaah. Sedangkan lantai tiga juga bisa sebagai tempat alternatif untuk para jamaah shalat, atau sebagai tempat istirahat jika pengunjung sepi. Sementara itu, interior masjid pada bagian mihrabnya dibuat menyerupai bentuk Hajar Aswad dengan atapnya yang dihiasi ukiran Asma’ul Husna berwarna keemasan di sebuah latar berwarna putih. Kemudian, bagian lantai dilengkapi karpet permadani berwarna merah yang digunakan sebagai sajadah, dan merupakan hadiah dari Pemerintah Turki, sehingga kaki anda akan dimanjakan oleh karpet yang terkenal akan kelembutan dan kenyamanannya. Di bagian luar, terdapat taman dengan hamparan rumput hijau. Selain itu Masjid ini juga menyediakan fasilitas parkir yang bisa menampung sekitar 600 mobil, sehingga anda tidak akan kesulitan saat membawa kendaraan ke masjid ini. Masjid kebanggan rakyat minang ini juga memiliki menara yang menjulang dengan ketinggian 85 meter. Menara tersebut bisa dinaiki hingga ketinggian 44 meter menggunakan lift, sehingga pengunjung bisa menikmati pemandangan kota Padang dari ketinggian. Ditambah lagi pada malam hari, Masjid ini tampak anggun dengan lampu yang menghiasi sekeliling masjid. Karenanya, bagi anda wisatawan yang datang dari luar Padang, rasanya kurang afdhal jika anda tak mampir ke Masjid Raya kebanggan masyarakat minang ini.