Halal Tourism Sumbar

Menu

Close

Masjid Siti Manggopoh

MX99+XPV, Manggopoh, Kec. Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat 26452

Terletak di Jorong Manggopoh, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, berdiri kokoh sebuah masjid yang menjadi saksi bisu perlawanan 17 orang masyarakat Manggopoh terhadap kebijakan perpajakan (belasting) zaman penjajahan Belanda. Masjid itu bernama Masjid Siti Manggopoh.

Awal dibangun sekitar tahun 1842, Masjid Siti Manggopoh masih beratap ijuk dan berdinding bambu. Sebelum bernama Masjid Siti Manggopoh, masyarakat setempat menyebut masjid itu dengan sebutan Masjid Gadang.

Dahulunya, selain beribadah dan tempat bermusyawarah bagi niniak mamak 7 suku di Manggopoh, masjid ini juga digunakan sebagai tempat latihan bela diri yang dipimpin oleh Hasik Bagindo Magek, Suami Siti Manggopoh.

Selain itu, masjid juga dijadikan tempat penyusunan strategi perang ketika melawan Belanda di bawah pimpinan Angku Padang.

Masjid Siti Manggopoh menjadi masjid tempat berkumpulnya pasukan 17 sebelum melangsungkan serangan ke Markas Belanda. Di masjid tersebut pasukan 17 menyusun strategi dan siasat sebelum penyerangan Jumat malam, 15 Juni 1908.

Saat ini, halaman depan masjid menjadi kompleks makam 17 tokoh pejuang yang gugur dalam perang Belasting 1908 yang dikenal dengan perang Manggopoh.

Masjid ini beratap tumpang tiga yang terbuat dari seng dengan bentuk bangunan bujur sangkar.

Ruang utama masjid ini ditopang oleh 9 buah tiang dengan tiang utama berdiameter 64 cm, sedangkan tiang lainnya berdiameter 30 cm.

Langit-langit terbuat dari bahan triplek sisi dalam dan sisi luar teras terbuat dari seng. Pintu terletak di sisi Timur dan satu lagi di sisi Utara yang terbuat dari kayu. Mihrab terbuat dari kayu dan mempunyai ukiran bermotif sulur-suluran yang terletak di sisi barat.